Pelaku Satpol PP Jakarta Menguras Rp 50 M Uang ATM, Sertakan Orang Dalam?

Pelaku Satpol PP Jakarta Menguras Rp 50 M Uang ATM, Sertakan Orang Dalam?

Situslapak – Masalah pembobolan uang dari mesin anjungan tunai mandiri (ATM) yang disangka menyertakan pelaku anggota Unit Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta jadi perhatian publik. Tidak tanggung-tanggung, uang yang sukses dijebol sampai Rp 50 miliar. Kepolisian juga bergerak menyelidik masalah pembobolan ATM yang menyertakan pelaku aparat pemerintahan itu. Hasilpenyelidikan sesaat, pelaku Satpol PP itu manfaatkan sela keamanan pada skema perbankan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengutarakan, modus aktor yaitu ambil uang memakai kartu Bank DKI di mesin ATM sesuai dengan nominal yang diharapkan. Tetapi saldo yang terpotong cuma Rp 4 ribu, sesaat transaksi tarik tunai sukses.Sebagai permasalahan, aktor tidak selekasnya memberikan laporan keganjilan itu pada pihak bank atau kepolisian. Aktor malah mengerjakannya berulang-kali. Serta ajak orang lain mencobanya. Qq Online

“Ia ulangilah seringkali semenjak April sampai Oktober 2019, selanjutnya dikatakan ke teman-temannya banyaknya hampir seputar 41 orang,” kata Yusri, Jumat 22 November 2019. Polisi sudah menyebut 41 orang itu jadi saksi, tetapi baru 25 orang yang sudah diminta info. Selama ini, belumlah ada faksi yang diputuskan jadi terduga dalam masalah pembobolan ATM itu. “Kami masih dalami semua. Tetapi hasil audit yang ada, disebutkan jika (kerugian) hampir seputar Rp 50 miliar,” tutur Yusri.

Pakar Hukum Pidana dari Kampus Trisakti Abdul Fickar Hadjar memiliki pendapat, berdasar modusnya, tidak ada kesengajaan pada masalah pembobolan ATM itu. “Tetapi kekeliruan skema,” tuturnya pada Liputan6.com, Senin (25/11/2019). Walau demikian, Fickar memberikan tambahan, semestinya aktor langsung memberikan laporan kekeliruan itu pada otoritas bank. Tetapi yang berlangsung, aktor malah manfaatkan kekeliruan itu berkali-kali, serta ajak temannya lakukan hal sama.

“Sebab selanjutnya melanjutkan ambil uang, karena itu baru lahir kemauan serta kesengajaan (lakukan pidana),” katanya menerangkan. Fickar merekomendasikan kepolisian memahami peluang keterkaitan orang bank dalam masalah ini. Menurutnya, peluang terdapatnya peranan orang bank dalam masalah pembobolan ATM ini bisa saja.
“Ditambah lagi tentang skema, bisa saja orang dalam terjebak,” tutur Abdul Fickar. Sesaat ahli hukum pidana yang lain, Mudzakir memandang, tidak mungkin tidak ada kemauan jahat dalam masalah pembobolan ATM ini. Ditambah lagi aktor mengerjakannya berkali-kali serta ajak temannya.

Serta aktor pertama dipandang harus memperoleh hukuman yang lebih berat. “Beberapa kreator yang pertama barusan tentunya diberi hukuman lebih berat, sebab berikan motivasi temannya untuk melakukan perbuatan kejahatan yang sama,” sebut Mudzakir Lihat nominal uang yang sukses dijebol, Guru besar hukum pidana Kampus Islam Indonesia (UII) itu minta kepolisian mencari sangkaan tindak pidana pencucian uang (TPPU). “Jika itu (TPPU) harus dijelajahi , sebab uang itu cuma ditampung, jika di tampung tentu berada di situ. Mungkin diselidiki alirkan ke mana sebenarnya dana itu. Jika saluran jelas, diambil alih saja dikembalikan ke pemiliknya,” kata Mudzakir.
Supaya insiden tidak terulang lagi, Mudzakir menyarankan supaya faksi bank terus mengupdate tehnologi serta skema keamanan perbankan. “Jika bank tidak mencanggihkan keamanan, sesaat tehnologi aktor kejahatan lebih hebat , ya kelak bank akan kebobol,” katanya menandaskan.

Ahli keamanan siber, Pratama Persadha memiliki pendapat, modus pembobolan ATM oleh pelaku anggota Satpol PP bukan lantaran salah mendesak PIN (personal identification number). Ia menyangka, masalah itu berlangsung karena kekeliruan skema perbankan.
“Pokoknya dari info sesaat memang kemungkinan ada kekeliruan skema di Bank DKI. Masalah terletak kekurangan sistemnya dimana, itu butuh digital forensik untuk menyelidiknya, apa di skema Bank DKI atau di skema ATM bersama dengan,”

Pratama malas memberi komentar siapa yang keliru dalam masalah ini. Menurutnya, itu ialah ranah kepolisian yang menyelidik lebih dalam masalah itu. Ditambah lagi didapati menyertakan banyak orang.
“Bank DKI butuh terbuka, apa insiden ini sekali saja atau beberapa kali sudah. Jadi ada usaha untuk melakukan perbaikan skema di Bank DKI atau skema antarbank,” katanya. Ketua Instansi Analisa Keamanan Siber serta Komunikasi (CISSReC), menjelaskan sejumlah besar ATM di Indonesia masih memakai skema Windows XP, walau sebenarnya Microsoft telah hentikan suport keamanan pada skema itu semenjak 2013.

“Karenanya butuh diselidiki lebih dalam seberapa jauh keamanan serta skema bersama dengan antarbank ini. Sela keamanan harus didapati benar dimana. Sebab bisa ada insiden sama, tetapi faksi nasabah tidak mengerti atau tidak ambil untung seperti pelaku Satpol PP,” tutur Pratama.
Pratama menyadari baik Bank DKI atau ATM Bersama dengan saling mengklaim tidak mempunyai keterikatan dengan momen itu. Ia pun tidak menolak, ada suatu hal yang berupaya tertutupi dari masalah itu. “Prinsipnya kita nantikan OJK (Otoritas Layanan Keuangan) serta faksi kepolisian. Tentunya faksi perbankan tidak ingin dituding demikian saja, sebab usaha mereka ialah usaha keyakinan,” tuturnya.

Untuk menahan masalah sama terulang lagi, ia merekomendasikan supaya faksi bank terbuka pada OJK serta aparat kepolisian untuk penyidikan lebih dalam. Perbankan harus juga melakukan perbaikan skema internal serta skema bersama dengan antarbank. Tentu saja, perbaikan skema harus juga diimbangi dengan sdm (SDM) yang andal supaya bisa menahan atau menganalisis terdapatnya sela keamanan pada skema perbankan. “Ini jadi pelajaran buat OJK serta perbankan dalam hadapi masalah sama. Dalam disrupsi tehnologi, perbankan hadapi rintangan yang tidak mudah. Masalah seperti ini dapat turunkan keyakinan warga, intinya milenial yang condong pilih uang digital nonperbankan dibanding bank konvensional,” sebut Pratama memungkasi.

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Piter Abdullah mengatakan, dalam masalah pembobolan bank biasanya, tentu ada orang dalam yang menolong aktor memberikan sela untuk menjebol. “Skema ATM itu telah prudent serta berlapis, ya, pengamanannya. Jadi, asumsinya tentu ada orang dalam yang memberikan sela, ditambah lagi sampai miliaran rupiah (bobolnya),” papar Piter di Jakarta, Senin (25/11/2019). Piter memberikan contoh Citibank yang dahulu dijebol oleh karyawannya sendiri. Oleh karenanya, nasabah tak perlu lakukan apapun sebab semua efek telah jadi tanggungan bank. “Ini efek dari perbankan semestinya. Skema pengawasan mereka harus lebih diperkokoh. Nasabah tak perlu lakukan apapun, ini tanggung jawab bank,” paparnya.

Di lain sisi, pengamat perbankan Paul Sutaryono mengatakan Bank DKI harus selekasnya melakukan perbaikan skema IT-nya yang lemah. Sebab bila tidak langsung diperbaiki, karena itu risikonya akan makin tinggi.
“Benar-benar jelas jika hal tersebut adalah rintangan serius buat bank itu untuk tingkatkan manajemen efek operasional di dalamnya, terhitung efek tehnologi. Jika tidak langsung diperbaiki, kekuatan efek ke depan semakin lebih tinggi,” tuturnya Lanjut Paul, searah dengan hal tersebut, Standar Operational Procedure (SOP) Bank DKI harus juga direvitalisasi terus-terusan bersamaan dengan perubahan IT yang cepat. Ini supaya Bank DKI tidak tertinggal meng-update skema mereka, hingga keamanan semakin lebih kuat.

Juru Bicara Otoritas Layanan Keuangan (OJK) Sekar Putih Djarot menjelaskan, faksinya sudah mengetahui kejadian pembobolan ATM yang menyertakan pelaku anggota Satpol PP semenjak beberapa waktu kemarin. Ia mengemukakan, Bank DKI telah meresponsnya dengan melakukan perbaikan proses transaksi melalui ATM bank lain. “Insiden itu telah diadukan ke OJK beberapa waktu kemarin. Kami telah bertindak pengawasan dengan intens, serta faksi bank juga sudah lakukan perbaikan dalam proses transaksi lewat ATM di bank lain,” jelas ia pada Liputan6.com, Senin (25/11/2019).
Sekar pastikan, Bank DKI sudah jamin keamanan dana perbankan adanya usaha itu.

“Faksi bank sudah lakukan perbaikan dalam proses transaksi lewat ATM bank lain serta faksi Bank jamin keamanan dananya,” sambung ia. Selanjutnya, dia ikut memberikan beberapa pendapat pada Bank DKI dan bank-bank yang lain supaya masalah semacam ini tidak terulang lagi di masa datang. “Untuk menguatkan skema pengaturan internal serta aplikasi manajemen efek operasional bank, terutamanya terkait dengan skema IT,” tambah Sekar.Kata Bank DKI serta ATM Bersama dengan Sekretaris Perusahaan Bank DKI Herry Djufraini pastikan, pembobolan uang di ATM oleh pelaku anggota Satpol PP tidak punya pengaruh pada dana nasabahnya. Ia jamin keamanan dana nasabah Bank DKI. “Masalah yang berlangsung tidak ada hubungan dengan dana nasabah yang berada di Bank DKI sebab tidak berkaitan dengan dana nasabah yang ada di Bank DKI,” tutur Herry dalam info tertulisnya, Senin 18 November 2019.

Menurut Herry, pembobolan uang itu dikerjakan pada ATM bank lain. Karenanya, ia pastikan jika service serta operasional perbankan di Bank DKI tidak terusik serta masih berjalan normal. Ia mengatakan jika Bank DKI sudah memberikan laporan masalah itu pada aparat kepolisian. “Nasabah tak perlu cemas untuk masih memakai service Bank DKI seperti biasa serta dana nasabah yang ada di Bank DKI ditanggung aman,” kata Herry. PT Artajasa Pembayaran Elektronis jadi penyuplai jaringan service ATM Bersama dengan menyanggah jika proses pencurian atau pembobolan bank dikerjakan dalam jaringan ATM Bersamanya.

“Hasil dari pencarian kami, permasalahan pencurian uang lewat ATM yang dikabarkan itu tidak dikerjakan dalam jaringan ATM Bersama dengan,” sebut Corporate Communications PT Artajasa Pembayaran Elektronis, Deni Saputra diambil infonya di Jakarta, Jumat 22 November 2019. Ia memperjelas, transaksi yang dikerjakan dalam jaringan ATM Bersama dengan sudah lewat uji transaksi untuk pastikan kelancaran jalur transaksi serta diperlengkapi dengan perlindungan keamanan yang ideal serta berlapis, dan sudah lewat tingkatan sertifikasi ISO 27001 yakni sertifikasi standar keamanan yang disadari dengan internasional. Ia menyebutkan, merek atau brand ATM Bersama dengan sudah demikian diketahui faedahnya oleh warga luas hingga setiap saat warga lakukan tarik tunai di ATM bukan punya banknya, karena itu warga mengatakan jadi ATM bersama atau mungkin ATM yang dapat dipakai bersama. Capsa Susun

“Butuh dikatakan juga jika di Indonesia tidak hanya ATM Bersama dengan, ada banyak penyuplai service share jaringan ATM yang lain tentu saja dengan merek atau brand yang berlainan,” tuturnya.
Sesaat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan merasakan tidak berkuasa menyikapi masalah pembobolan ATM yang dikerjakan pelaku anggota Satpol PP. Menurut Anies, kejadian itu adalah wewenang Otoritas Layanan Keuangan (OJK). “Agar OJK yang bicara sebab bank itu masalah keyakinan jadi saya berharap kelak keterangan dari OJK yang lebih kompak,” kata Anies di Jakarta, Jumat 22 November 2019.

Anies menjelaskan, pelaku anggota Satpol PP yang disangka menjebol Bank DKI itu telah disuruh untuk dibebastugaskan. Bekas Menteri Pendidikan serta Kebudayaan itu malas memberi komentar saat disinggung tentang terdapatnya pengembalian uang oleh pelaku anggota Satpol PP itu. “Intinya sampai masalah ini semua usai, semua bebas pekerjaan,” katanya. Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Mohamad Taufik menyangka terjadi kekeliruan skema perbankan berkaitan masalah sangkaan pembobolan uang di ATM yang menyertakan pelaku Satpol PP DKI Jakarta.”Masalah bobolnya uang di Bank DKI, tunjukkan skema perbankan disana ada yang salah,” kata Taufik di Jakarta, Jumat 22 November 2019.

Karenanya, ia minta, skema perbankan di Bank DKI harus dievaluasi secara detail. Hingga dapat memberikan keyakinan nasabah jika Bank DKI jauh dari persepsi riskan dijebol.Masalahnya Direktur Penting Bank DKI yang baru mempunyai visi besar serta dapat menangani hal itu. Ditambah lagi, Bank DKI diakui mengurus serta menaruh budget penyertaan DKI sampai Rp 80 triliun per tahun serta dalam lima tahun putaran uang Bank DKI sampai Rp 400 triliun.

Selanjutnya, Politisi Partai Gerindra itu menyangka, ada pelaku orang dalam Bank DKI yang terjebak masalah itu. Ia juga minta manajemen Bank DKI bersihkan korps-nya dari pelaku nakal itu. Serta, tuturnya, Direksi Bank DKI harus berani memberikan laporan anak buahnya yang disangka turut bermain dalam pembobolan uang di Bank DKI itu. “Check kebanyakan orang itu. Tangkap. Jika Bank DKI merasakan dirugikan, adukan. Di internal dijelajahi. Dirut Bank DKI yang baru ini hebat, ia harus tegas mengolah hukum pelaku itu. Jika masih terusik oleh pembobolan ini, visinya tidak terwujud,” katanya seperti dikutip Di antara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *